Dari Dapur untuk Bumi: PLHSDGs UIN STS Jambi Ajak Warga Olah Kulit Buah Jadi Eco-enzyme

Dari Dapur untuk Bumi: PLHSDGs UIN STS Jambi Ajak Warga Olah Kulit Buah Jadi Eco-enzyme

Berita 3 menit baca 15 kali dilihat

GERAGAI — Sisa kulit buah dan potongan sayuran yang biasanya berakhir di tempat sampah merupakan limbah yang masih memiliki banyak manfaat, antara lain bisa dibuat menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, seperti sisa buah dan sayuran, yang dicampur dengan molase atau gula aren dan air. Sebagai wujud komitmen dalam kegiatan pengelolaan sampah 3R, Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs (PLHSDGs) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan pelatihan pembuatan eco-enzyme di Sekolah Lansia Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur. Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Desa Pandan Makmur dan Pandan Jaya pada hari Selasa, tanggal 15 September 2026. Kegiatan bertema “Dari Dapur untuk Bumi: Mengolah Kulit Buah dan Menjadi Cairan Multiguna” ini diisi langsung oleh Korpus PLHSDGs UIN STS Jambi, Irmawati Sagala, bersama Maria dan  Rimba selaku volunteer PLHSDGs.

Pada kegiatan ini, warga tidak hanya menerima penjelasan mengenai kegunaan dan cara pembuatan eco-enzyme, tetapi juga mengikuti langsung praktik pengolahannya. Ibu-ibu dan bapak-bapak tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari mengenali bahan hingga proses pembuatannya. Setelah praktik, peserta mendapat eco-enzyme gratis dari tim PLHSDGs UIn Suthan Thaha Saifuddin Jambi. Pembagian ini dimaksudkan agar warga tidak hanya mengetahui proses pembuatannya, tetapi juga memiliki contoh produk yang dapat langsung dimanfaatkan di rumah. Melalui pengenalan ini, PLHSDGs UIN STS Jambi mendorong masyarakat untuk melihat sampah organik dari sudut pandang berbeda: bukan semata sesuatu yang harus dibuang, melainkan bahan yang masih dapat diolah.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan. Mereka menyimak penjelasan dan mengikuti praktik dengan penuh semangat. Menariknya, kegiatan ini diikuti oleh para lansia dan umumnya suku Jawa, sehingga peserta perlu disapa dengan panggilan Mbah. Meskipun sudah usia lanjut, semangat para Mbah tak kalah dengan orang muda yang biasanya mengikuti kegiatan PLHSDGs UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Pandan Makmur, BKKBN Provinsi Jambi, serta Koordinator Balai KB beserta jajaran staf. Kehadiran unsur pemerintah dan lembaga terkait memperlihatkan dukungan terhadap kegiatan yang menggabungkan edukasi lingkungan dengan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

Selain edukasi lingkungan, kegiatan pengabdian tersebut juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Peserta dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berbicara tentang bagaimana mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga bagaimana menjaga kesehatan masyarakat. Lingkungan yang lebih terkelola dan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan ditempatkan sebagai dua hal yang saling berkaitan.

Pengabdian masyarakat di Pandan Makmur dan Pandan Jaya itu akhirnya membawa dua pesan sekaligus: menjaga bumi dapat dimulai dari dapur, sementara menjaga kesehatan dapat dimulai dari perhatian terhadap kondisi diri sendiri. (Mr/IS)

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PLHSDGS UIN STS Jambi. All Rights Reserved.