Sebagai bentuk penguatan kerja sama antara Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan Pengajian Tinggi Islam Darul Maarif (Petidam), tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan pengabdian masyarakat di kampus Petidam, Pattani, Thailand pada hari Selasa, tanggal 29 Juli 2025. Kegiatan yang dilaksanakan adalah Training of Trainer (ToT) Pembuatan Sabun dari Minyak Bekas dan Pembuatan Minuman Probiotik Kombucha. Pemilihan tema ToT ini berkaitan dengan persoalan pengelolaan limbah dan kesehatan yang merupakan bagian dari tujuan sustainable development goals (SDGs).

Wakil Ketua Petidam, Dr. Mustafakama Waeduereh, menyambut baik kegiatan ini dan berharap mahasiswa yang mengikuti kegiatan dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal. Hadir sebagai trainer Dr. Irmawati Sagala (Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs) bersama Hesti Riany (dosen program studi Biologi) dari Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Selain itu, tim trainer juga didampingi 2 orang dosen dari Universitas Jambi dan 1 orang dosen Universitas Riau yang sedang menjajaki kerja sama dengan Petidam. Adapun peserta yang hadir merupakan perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan di Petidam sebanyak 30 orang.
“Kita berharap kegiatan ini akan berkelanjutan, dalam rangka penguatan kerja sama kedua kampus dalam tema SDGs”, ungkap Dr. Irma. Selain itu, Dr. Irma juga menyampaikan harapan ke depan kerja sama kedua kampus akan semakin menguat dalam bidang lainnya seperti penelitian bersama, pengembangan bahan ajar, dan lainnya. Bahkan, LPPM Jambi ke depan akan menjajaki kemungkinan pengiriman mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) ke Pattani. Aminah, pengelola perpustakaan Petidam yang juga merupakan alumni program sarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyambut baik rencana ini. Aminah berharap, meningkatnya interaksi internasional mahasiswa Petidam akan turut meningkatkan kapasitas mahasiswa.

Kegiatan pelatihan masih akan dilanjutkan dengan kegiatan diskusi online, untuk mengevaluasi produk yang dihasilkan dalam pelatihan. Hesti menjelaskan bahwa dalam kegiatan online nanti akan diarahkan untuk penjelasan variasi produk dan kesiapan mahasiswa untuk turut menyebarkan keterampilannya kepada masyarakat. Dengan demikian, manfaat kegiatan bisa lebih luas dirasakan oleh masyarakat. (IS)