Hari ini, Al-Jam’iyatul Washliyah Provinsi Jambi bekerja sama dengan Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melaksanakan diskusi terpumpun (focus group duscussion) dengan tema “Perubahan Iklim, Pengurangan Sampah, dan Teknologi Ramah Lingkungan” di aula Fakultas Adab. Dalam sambutan pada pembukaan, Dr. M. Junaide Habe, M.SI selaku sekretaris Pengurus Wilayah Al-Washliyah Provinsi Jambi sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Dakwah UIn Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menegaskan komitmen Al-Washliyah dan Fakultas Dakwah dalam aksi peduli lingkungan. Dr. Junaidi menjelaskan nantinya Fakultas Dakwah akan mendorongnya aktifnya komunitas mahasiswa yang dinamai KPK (Komunitas Pencinta Kampus) untuk kegiatan peduli lingkungan.
Hadir sebagai narasumber Dr. Irmawati Sagala (Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs), Ariyandi Batubara (dosen Fakultas Dakwah), dan Gresi Plasmanto (jurnalis liputan6.com), dan sekitar 50 orang mahasiswa. Dalam forum ini, Ariyandi Batubara menjelaskan perspektif Islam dalam terhadap pelestarian lingkungan hidup. “Jika umat Islam melaksanakan tuntunan Islam terhadap lingkungan, masalah-masalah lingkungan seperti kebersihan, akan mudah selesai”, jelas Ariyandi.
Sementara Gresi, dalam paparannya menjelaskan dengan rinci potensi sumber daya alam yang dimiliki Provinsi Jambi serta masalah dan konflik yang terjadi. Selanjutnya, Gresi menekankan pentingnya peran bersama untuk peduli lingkungan, baik melalui kajian-kajian maupun aksi nyata mulai dari hal-hal sederhana sehari-hari yang didukung oleh kebijakan resmi.

Dalam konteks program kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Dr. Irma menjelaskan 6 agenda prioritas PLHSDGs dengan 8 program kerja yang sedang berjalan. “Salah satu program unggulan PLHSDGs adalah Barbeku Store yang berlokasi di komplek laboratorium Fakultas Saintek. Di sana kita mengelola barang bekas layak pakai, sedekah kertas bekas, dan pembuatan eco-enzyem. Ke depan masih akan dikembangkan pembuatan produk-produk daur ulang lainnya seperti pembalut kain, sabun hand-made, dan lainnya”, papar Dr. Irma. Dengan optimis Dr. Irma mengajak seluruh civitas academica untuk berpartisipasi dalam program sedekah kertas bekas. “Bayangkan dari sekitar 20 ribu warga UIN, misal rata-rata mengumpulkan sampah kertas 1 Kg setahun, maka terkumpul 20 ton kertas bekas. Jika dijual, bisa jadi beasiswa UKT 1 orang mahasiswa untuk 1 tahun. Judulnya”, tandasnya.
Antusias mahasiswa tampak dalam sesi diskusi. Mahasiswa berharap ke depan akan ada upaya bersama seluruh warga kampus untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa peduli lingkungan. Saatnya Fakultas Dakwah menguatkan Dakwah Lingkungan! (IS)