SERVICE LEARNING: Tentang Sebuah Komitmen

Setelah diawali oleh lokal 2A, mahasiswa Mata Kuliah Pengantar Ilmu Politik pada Program Studi Ilmu Pemerintah lokal 2B juga melaksanakan kegiatan service learning pada hari Selasa pekan lalu (09/06/2026). Kegiatan ini masih mengangkat tema yang sama, yaitu tentang budaya politik. Kegiatan yang dilaksanakan di SMA An-Nahl Jambi ini dimulai pukul delapan pagi, dengan harapan semangat pagi dapat memberikan energi positif bagi peserta. Sebagai sekolah Islam, pembelajaran di An-Nahl biasanya terpisah antara siswa laki-laki dan perempuan, jadi kegiatan pembelajaran Budaya Politik juga dilaksanakan secara terpisah. Otomatis, skuad kelas juga harus dibagi dua. Nah, jadi harus lebih aktif semua. Meski pembagian tim dilaksanakan dadakan, anggota kelas siap mengemban tugas. Namanya juga mahasiswa tahun pertama, ya, masih penuh energi. Alhamdulillah, sambutan dari pihak sekolah juga sangat baik dan memberikan dukungan penuh selama kegiatan.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara kakak-kakak mahasiswa dan adik-adik SMA, lalu dilanjutkan dengan menikmati kudapan yang disiapkan oleh kakak mahasiswa. Meski sebagian besar anak kos, para mahasiswa dan dosen sepakat iuran untuk membeli kudapan, “ceka-ceka” istilahnya di Jambi. Ini juga termasuk pembelajaran penting dalam kehidupan kelak: bahwa untuk belajar itu perlu perjuangan dan pengorbanan. Lah, jadi seperti cerita perjuangan kemerdekaan. Semoga nanti saat sudah pada jadi pejabat juga tidak pelit untuk “ceka-ceka” membantu rakyat jelata ya. Bukan malah berkolusi dengan rakyat jelita untuk menguras kekayaan bangsa.

Acara inti pemaparan materi bertajuk “Membangun Budaya Politik Kalangan Muda”, dimulai pada pukul 10.00 WIB, lalu dilanjutkan dengan diskusi mengangkat isu-isu yang sedang panas dan sangat radikal menurut adik-adik SMA An-Nahl. Penyampaian materi dan diskusi berjalan dinamis. Ketua kelas, Chilen, bahkan menggambarkan suasana diskusi di kelas dengan bahasa: “Suasana di kelas sangat dahsyat; adik-adik siswa An-Nahl mengikuti materi dan diskusi dengan penuh antusiasme”. Materi yang berkaitan langsung dengan kehidupan anak muda, dan kehadiran kakak-kakak mahasiswa ke sekolah tentunya memberikan makna tersendiri bagi adik-adik siswa An-Nahl. Apalagi, di antara yang hadir ada kakak alumninya. Suasana semakin meriah ketika sesi pembagian doorprize untuk peserta yang aktif. Nah, kakak-kakak mahasiswa juga datang bawa hadiah. Semoga lagi ini, kalau sudah pada jadi pejabat juga rajin bagi hadiah kepada rakyat, bukan malah malakin rakyat. Disclaimer: kalimat ini tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun.

Mewakili rekan-rekan kelas, Chilen mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran berarti bagi mereka sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang nantinya akan banyak berinteraksi dengan masyarakat. “Melalui kegiatan ini, kami belajar banyak tentang bagaimana melaksanakan kegiatan secara terstruktur. Lebih dari itu, melalui kegiatan ini kami belajar tentang KOMITMEN. Meski awalnya terasa berat dan banyak rintangan, namun semua bisa diatasi jika kita memiliki komitmen bersama. Dalam sebuah kerja tim, komitmen setiap anggota sangat dibutuhkan sehingga tugas-tugas yang diberikan bisa berjalan dengan baik. Jadi, kegiatan ini bukan hanya sekedar tugas kuliah, tapi kami merasakan pentingnya kegiatan ini”. Ya, belajar itu memang banyak caranya, termasuk turun langsung ke lapangan. Supaya tidak hanya dijejali dengan materi dan bisa-bisa jadi materialistis. (IS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bantuan terkait lift:
0821-7697-5982

Humas UIN STS Jambi:
0811-7467-899