Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menggelar kegiatan penebaran benih ikan gurame (Osphronemus goramy) di kolam kampus sebagai bagian dari komitmen mewujudkan kampus hijau (green campus), mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, ketahanan pangan serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger). Lokasi kolam berada pada zona yang ditetapkan sebagai kawasan penyangga dalam Master Plan Kampus II UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, di mana kawasan penyangga ini memiliki luas 7,3 hektar dari total luas kampus 65 hektar lebih. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN STS Jambi, para Wakil Rektor, Kepala Biro, pimpinan unit kerja, volunteer SDGs serta sivitas akademika lainnya.

Ikan gurame merupakan salah satu spesies ikan air tawar asli Indonesia yang memiliki nilai ekologis sekaligus potensi sebagai sumber pangan bergizi tinggi. Penebaran benih ikan di kolam kampus menjadi bentuk pemanfaatan sumber daya hayati yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pada ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat. Dalam konteks SDG 2: Tanpa Kelaparan, kegiatan ini sejalan dengan upaya meningkatkan akses terhadap sumber pangan yang berkelanjutan, bergizi, dan ramah lingkungan. Pengembangan budidaya ikan air tawar, termasuk gurame, dapat menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya diversifikasi pangan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta peningkatan kesadaran akan ketahanan pangan di tingkat masyarakat.
Dari perspektif konservasi, pelestarian spesies asli Indonesia juga menjadi perhatian penting sebagaimana ditekankan oleh International Union for Conservation of Nature. Organisasi tersebut mendorong berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, untuk menjaga keanekaragaman hayati dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan guna mendukung kesejahteraan manusia dan ketahanan pangan jangka panjang.
Melalui kegiatan penebaran benih ikan gurame ini, UIN STS Jambi menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam mendorong konservasi biodiversitas dan pencapaian SDGs. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan masyarakat untuk terus menjaga spesies asli Indonesia sekaligus membangun sistem pangan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan bebas dari ancaman kelaparan. (IS/BK)