Mendung mulai menggelayut langit Jambi Luar Kota, ketika sekelompok mahasiswa yang bergabung dalam Duta Green Sutha memulai aksinya sore tadi. Setelah berhasil panen 100 liter lebih ecoenzyme beberapa pekan lalu, hari ini Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs (PLHSDGs), LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bersama Duta Green Sutha mengadakan kegiatan pengenceran hasil panen ecoenzyme untuk dipakai menjadi pembersih lantai. Cairan pembersih lantai ini nantinya akan dibagikan kepada petugas kebersihan pada hari Senin mendatang.

Meski lelah setelah seharian kuliah, anak-anak muda itu berkumpul dengan ceria, siap melaksanakan tugas. Dua orang mahasiswi segera mengitari sisi-sisi kampus untuk memulung botol bekas air mineral, yang akan digunakan sebagai wadah campuran ecoenzyme. Tertawa riang mereka menenteng beberapa kantong berisi botol bekas, mirip anak-anak yang habis menemukan mainan baru. “Kalau pakai botol bekas kan kita hemat…! Mengurangi sampah juga…!”, sorak mereka dengan riang. Botol-botol yang terkumpul lalu dicuci bersih dan dikeringkan, tak lupa ditempel merek agar mudah mendistribusikannya nanti.
Anggota lain, mengangkat beberapa galon air tetesan AC yang telah dikumpulkan Mba Cleaning Service, dibawa ke lokasi pencampuran. Sepotong koyok yang tertempel di kening salah seorangnya bahkan tak mengurangi senyum sumringah saat memanggul galon air. Senyum itu seolah berpesan “Galon 16 liter ini tak seberat tagihan artikel di jurnal Sinta 2 yang sedang menunggu diselesaikan demi meraih gelar Sarjana!”. Ah… mereka penuh tawa disela-sela tanggung jawab kuliah. Ini baru anak muda namanya. Bagaimana dengan Anda rekan-rekan muda lainnya, sudahkah semangat berkarya …???
Karena keterbatasan waktu, hari ini tim selesai mengerjakan 30 liter cairan pembersih. Senin nanti akan dilanjutkan pembuatan 60 liter lagi. “Kita memulung lagi Bu, santai…”, seru salah seorang kepada dosen pembimbing yang merupakan koordinator PLHSDGs UIN STS Jambi, Irma Sagala. Ternyata, dosen pembimbing pun tak kalah kreatif dari mahasiswa yang mengumpulkan botol bekas. Sang Dosen segera menelepon kolega yang sedang melaksanakan kegiatan lain di kampus. Tak lama berselang, sekantong besar snack pun tiba di lokasi pencampuran ecoenzyme. “Nah… Ibu juga mengumpulkan sumber daya yang berlebih di tempat lain untuk mendukung kerja kalian. Silahkan dinikmati…!”, seru Sang Dosen tak kalah sumringah. Kegiatan pembuatan cairan pembersih lantai pun diakhiri dengan makan camilan hibah dari kegiatan lain. Barangkali, inilah salah satu realisasi ta’awun ‘ala al-birr wa al-taqwa, bertolong-tolongan dalam kebaikan dan taqwa! (IS)