Tradisi Pacu Drum Rayakan Agustusan di Desa Tarikan: Adaptasi Permainan Masyarakat Daerah Aliran Sungai Jambi

Tradisi Pacu Drum Rayakan Agustusan di Desa Tarikan: Adaptasi Permainan Masyarakat Daerah Aliran Sungai Jambi

Berita 2 menit baca 67 kali dilihat

Desa Tarikan, Kumpeh — Sungai merupakan urat nadi penting dalam kehidupan masyarakat Jambi sejak masa lalu hingga sekarang. Sebagai daerah yang memiliki sungai terpanjang di Sumatera, seluruh wilayah Jambi terhubung melalui Sungai Batanghari dan anak-anak sungainya. Kontur geografis ini menjadikan kebudayaan masyarakat Jambi juga terhubung erat dengan sungai. Salah satu tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat daerah aliran sungai adalah lomba pacu perahu, terutama pada perayaan tertentu seperti Hari Kemerdekaan 17 Agustus (Agustusan). Uniknya, ketika kondisi sungai kurang memungkinkan untuk melakukan pacu perahu, masyarakat mampu beradaptasi dengan memodifikasi permainan sesuai dengan kondisi sungai. Hal ini dilakukan oleh masyarakat Desa Tarikan, Kecamatan Kumpeh Ulu, yang memodifikasi perlombaan pacu perahu menjadi pacu drum karena kondisi Sungai Kumpeh di daerah tersebut yang tidak memungkinkan untuk pacu perahu.

Kegiatan lomba ini sudah dilaksanakan beberapa tahun setiap perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi turut ambil bagian dalam pelaksanaan lomba pacu drum yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 17 Agustus kemarin. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UIN STS Jambi tidak hanya hadir sebagai peserta kegiatan, tetapi juga ikut terlibat membantu masyarakat dalam mempersiapkan perlombaan. Mahasiswa bersama warga turut membantu berbagai kebutuhan persiapan, mulai dari menyiapkan perlengkapan hingga mendukung kelancaran jalannya kegiatan.

Keterlibatan mahasiswa KKN dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata hubungan dan kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN. Melalui keterlibatan secara langsung, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga dapat belajar dan berinteraksi dengan masyarakat serta ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan dan budaya setempat.

Bagi masyarakat Desa Tarikan, pacu drum bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, dan membangun semangat kebersamaan antarwarga. Selain itu, salah seorang tokoh masyarakat menjelaskan bahwa kegiatan pacu drum ini juga bertujuan untuk terus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sungai yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Jambi. Di sinilah korelasinya dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), khususnya poin 11.4 dengan fokus pada upaya penguatan perlindungan dan pelestarian warisan budaya dan alam dunia. Semoga, tradisi-tradisi seperti ini semakin menumbuhkan cinta sungai pada masyarakat sehingga gerakan lestari sungai semakin menguat. (IS)

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PLHSDGS UIN STS Jambi. All Rights Reserved.