UIN STS Jambi Persiapkan Masjid Kampus “Ash-Shahabah” Jadi Masjid Kosmopolitan

UIN STS Jambi Persiapkan Masjid Kampus “Ash-Shahabah” Jadi Masjid Kosmopolitan

Berita 3 menit baca 22 kali dilihat

JAMBI – Masjid seyogyanya menjadi pilar kehidupan umat Islam, tidak hanya dalam aspek ibadah mahdhah, tetapi juga aspek-aspek kehidupan lainnya. Karena itu, paradigma tata kelola masjid perlu diperluas menjadi sentra kehidupan jemaah yang mampu menjadi wadah penebar rahmat bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui inisiasi Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi bersiap menjadikan masjid kampus Ash-Shahabah sebagai Masjid Kosmopolitan. Rencana ini dibahas dalam rapat koordinasi Kamis pagi (24 September 2026) di Kampus II UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Rapat dihadiri Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Pahmi Sy, M.Si, Koordinator PLHSDGs Irmawati Sagala, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Takmir Masjid Ash-Shahabah, Wakil Dekan I FUSA, Kepala Bagian Umum, serta sejumlah ketua program studi terkait di lingkungan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Sebagai pembuka rapat, Koordinator PLHSDGs UIN STS Jambi, Irmawati Sagala, memaparkan latar belakang kondisi tata kelola masjid kampus saat ini dan harapan pengembangan ke depan serta kaitannya dengan kebutuhan pengembangan akademik dan eksistensi kampus. Perubahan paradigma tata kelola masjid perlu diarahkan untuk pengembangan masjid yang humanis dan berkelanjutan. “Bertepatan tahun ini ada program pengelolaan limbah air wudhu untuk kegiatan hidroponik dan kolam ikan, bisa menjadi momentum untuk memulai rencana besar memperkuat paradigma tata kelola masjid yang lebih humanis dan sustainable”, tutur Irma.

Konsep Masjid Kosmopolitan merujuk pada konsep yang diusung oleh Prof. Ansusa yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Prof. Ansusa menjelaskan bahwa tata kelola Masjid Kosmopolitan memiliki tiga pilar pengembangan fungsi selain untuk ibadah mahdhah, yaitu Pilar Kerukunan, Pilar Lingkungan, dan Pilar Pemberdayaan. Masing-masing pilar ini nantinya akan memiliki berbagai program sehingga menjadikan masjid sebagai sentra pembentukan jiwa wasathiyah, berwawasan lingkungan, serta meningkatkan kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi. Model Masjid Kosmopolitan ini nantinya diharapkan dapat menjadi role model, baik bagi lingkungan internal kampus maupun masyarakat di luar lingkungan masjid.

Dalam rapat tersebut, Wakil Reltor II, Dr. Pahmi, menyampaikan harapan agar Masjid Ash-Shahabah kembali semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan dan menjadi laboratorium akademik. Ia juga menekankan perlunya segera perombakan dan pengesahan struktur kepengurusan baru Badan Takmir Masjid untuk mendukung pengelolaan masjid secara lebih terarah. Sementara itu, Ketua Program Studi Fisika, Eva Gusmira, juga menyambut baik rencana ini dan menyatakan kesanggupan tim Prodi untuk membantu dalam aspek penerapan green building, antara lain melalui pemanfaatan energi terbarukan. Eva Gusmira menyampaikan gambaran umum rencana penggunaan panel surya untuk mendukung kebutuhan listrik masjid pada masa mendatang.

Rapat menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut, yakni penyusunan struktur takmir masjid dengan konsep Masjid Kosmopolitan, pembuatan blueprint pembangunan masjid jangka panjang dan penyusunan roadmap pengelolaan masjid. Ketiga agenda ini diharapkan bisa selesai pada akhir tahun ini dan bisa dilaksanakan launching dengan momen pengoperasian sarana pengelolaan limbah air wudhu untuk hidroponik dan kolam ikan nantinya. (IS/Mr)

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 PLHSDGS UIN STS Jambi. All Rights Reserved.