Sampah organik dengan jenis kulit buah merupakan salah satu sampah yang produksinya tinggi di desa sekitar kampus termasuk di foodcourt kampus UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs melihat realitas ini sebagai salah satu potensi pemberdayaan sampah menjadi lebih bermanfaat dengan mengolah limbah buah menjadi eco-enzyme. Dalam rangka pembuatan eco-enzyme ini, Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs melaksanakan pelatihan dan praktik pembuatan eco-enzyme untuk mahasiswa volunteer SDGs pada hari Rabu, tanggal 04 Juni 2025 lalu. Narasumber yang merupakan Ketua Program Studi Biologi, Bayu Kurniawan, M.Si, menjelaskan bahwa eco-enzyme memiliki banyak kegunaan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan bisa menjadi peluang bisnis.

Pada pelatihan ini dibuat 100 liter eco-enzyme, sebagai uji coba untuk nanti diolah menjadi disinfektan di lingkungan kampus. Koordinator Pusat Lingkungan Hidup dan SDGs, Dr. Irmawati Sagala, menjelaskan bahwa diharapkan ke depan cairan disinfektan termasuk pembersih lantai di kampus UIN bisa memakai bahan alami, sehingga lebih ramah lingkungan dan menjadi peluang bisnis bagi mahasiswa. “Kita berharap program ini menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di lingkungan kampus, dan bisa memberdayakan bakat wirausaha mahasiswa”, tutur Dr. Irmawati Sagala.
Peserta umumnya merupakan volunteer SDGs, yang mana kegiatan volunteer ini bisa dikonversi dengan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) yang merupakan bagian dari kurikulum wajib kampus. Untuk bahan limbah buah, mahasiswa mengumpulkan dari pedagang buah di sekitar kampus. Putri, salah seorang peserta mengaku sangat tertarik dengan pelatihan ini karena memang sangat tertarik dengan kegiatan-kegiatan lingkungan hidup. “Sebelumnya saya sudah sering membaca atau menonton video tentang eco-enzyme, tapi baru hari ini ikut membuat. Jadi saya sangat tertarik. Keterampilan ini juga nantinya bisa saya gunakan di tempat lain untuk berbagi dengan masyarakat”, ujar Putri. (IS)